<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Jpriatna's Weblog</title>
	<atom:link href="http://jpriatna.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jpriatna.wordpress.com</link>
	<description>Futuh Generation For The Best Future</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Aug 2009 04:52:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Sim Kuring oleh jpriatna</title>
		<link>http://jpriatna.wordpress.com/tentang-diriku/#comment-17</link>
		<dc:creator>jpriatna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 04:52:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-17</guid>
		<description>Subhanalloh telah lahir peng &quot;ihya ulumudin&quot; baru, sae pisan Kang blogna. Tolong ajarin gimana bikin read more.  Haturnuhun, jzklh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanalloh telah lahir peng &#8220;ihya ulumudin&#8221; baru, sae pisan Kang blogna. Tolong ajarin gimana bikin read more.  Haturnuhun, jzklh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sim Kuring oleh SR4Y4 Lw4t</title>
		<link>http://jpriatna.wordpress.com/tentang-diriku/#comment-16</link>
		<dc:creator>SR4Y4 Lw4t</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 02:51:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-16</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum.. kang jp
kumaha amang yeuh..,  &lt;a href=&quot;http://qurandansunnah.wordpress.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;ameng ka dieu..&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum.. kang jp<br />
kumaha amang yeuh..,  <a href="http://qurandansunnah.wordpress.com" rel="nofollow">ameng ka dieu..</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di The Frozen oleh Ganara</title>
		<link>http://jpriatna.wordpress.com/2009/01/19/the-frozen/#comment-15</link>
		<dc:creator>Ganara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 08:32:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jpriatna.wordpress.com/?p=64#comment-15</guid>
		<description>ada yang mengatakan bahwa semakin orang berbuat dosa maka orang tersebut semakin jauh dari Allah dan semakin tidak merasa bersalah dalam melakukan dosa tersebut,

sebaliknya semakin orang menghindar dari dosa semakin dia dekat dengan Allah dan semakin terasa meskipun yang dia lakukan dosa yang sangat kecil, mungkin itu tanda dekat dengan Allah.

keseimbangan kemungkinan diperlukan antara melaksanakan syariat dan hakikat, seperti puasa yang mampu mengendalikan diri, seperti shalat yang mampu mencegah perbuatan keji dan munkar, dll, seandainya terlalu berat ke syariat kemungkinan akan terbakar oleh api kemarahan dengan mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham dengan kita,

seandainya lebih berat ke hakikat  kemungkinan kita akan membeku tidak punya gairah untuk berdakwah karena semua manusia sudah benar sehingga kita tidak perlu mengajak orang lain dalam hal kebaikan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada yang mengatakan bahwa semakin orang berbuat dosa maka orang tersebut semakin jauh dari Allah dan semakin tidak merasa bersalah dalam melakukan dosa tersebut,</p>
<p>sebaliknya semakin orang menghindar dari dosa semakin dia dekat dengan Allah dan semakin terasa meskipun yang dia lakukan dosa yang sangat kecil, mungkin itu tanda dekat dengan Allah.</p>
<p>keseimbangan kemungkinan diperlukan antara melaksanakan syariat dan hakikat, seperti puasa yang mampu mengendalikan diri, seperti shalat yang mampu mencegah perbuatan keji dan munkar, dll, seandainya terlalu berat ke syariat kemungkinan akan terbakar oleh api kemarahan dengan mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham dengan kita,</p>
<p>seandainya lebih berat ke hakikat  kemungkinan kita akan membeku tidak punya gairah untuk berdakwah karena semua manusia sudah benar sehingga kita tidak perlu mengajak orang lain dalam hal kebaikan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di The Frozen oleh jpriatna</title>
		<link>http://jpriatna.wordpress.com/2009/01/19/the-frozen/#comment-13</link>
		<dc:creator>jpriatna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 07:22:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jpriatna.wordpress.com/?p=64#comment-13</guid>
		<description>pake meteran kali ye ... hehehe. 
setiap kita punya potensi untuk mendekat dan menjauh dari Nya, tidak terkecuali - potensi manusia sama. Namun masalahnya, sedikit sekali yang menyadari bahwa potensi itu bisa berkembang dan mati. Nah ... ketika menyadari potensi itu berkembang maka kita bisa mengukur sejayhmana &quot;jarak&quot; kita dengan Sang Pencipta. Pun ketika potensi kita mati kita mengukur diri kita jauh dari pada Nya. 

Adapun cara mengukur jarak yang ideal tentunya dengan terlebih dahulu mengetahui ukuran yang pas atau cocok tentunya. 

Dengan kata lain kita punya parameter derajat hubungan, yang sesungguhnya ini telah ada dalam setiap kita manusia. Apakah kita ada hubungan dengan Kholik, sejauhmana hubungan itu tersambung dan bagaimana hubungan itu terkait dan menjadi sebuah ikatan yang taka akan pernah lepas. ....

Semoga bingung hehehehe.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pake meteran kali ye &#8230; hehehe.<br />
setiap kita punya potensi untuk mendekat dan menjauh dari Nya, tidak terkecuali &#8211; potensi manusia sama. Namun masalahnya, sedikit sekali yang menyadari bahwa potensi itu bisa berkembang dan mati. Nah &#8230; ketika menyadari potensi itu berkembang maka kita bisa mengukur sejayhmana &#8220;jarak&#8221; kita dengan Sang Pencipta. Pun ketika potensi kita mati kita mengukur diri kita jauh dari pada Nya. </p>
<p>Adapun cara mengukur jarak yang ideal tentunya dengan terlebih dahulu mengetahui ukuran yang pas atau cocok tentunya. </p>
<p>Dengan kata lain kita punya parameter derajat hubungan, yang sesungguhnya ini telah ada dalam setiap kita manusia. Apakah kita ada hubungan dengan Kholik, sejauhmana hubungan itu tersambung dan bagaimana hubungan itu terkait dan menjadi sebuah ikatan yang taka akan pernah lepas. &#8230;.</p>
<p>Semoga bingung hehehehe&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di The Frozen oleh Ganara</title>
		<link>http://jpriatna.wordpress.com/2009/01/19/the-frozen/#comment-11</link>
		<dc:creator>Ganara</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 05:00:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jpriatna.wordpress.com/?p=64#comment-11</guid>
		<description>bagaimana caranya menurut pak ust. Japri untuk mengukur jarak yang ideal antara ciptaan dengan penciptanya?

mungkinkah diusahan jangan sampai menjauh dengan NYA, diharapkan dari hari ke hari semakin mendekat kepada NYA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana caranya menurut pak ust. Japri untuk mengukur jarak yang ideal antara ciptaan dengan penciptanya?</p>
<p>mungkinkah diusahan jangan sampai menjauh dengan NYA, diharapkan dari hari ke hari semakin mendekat kepada NYA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hujan Oh Hujan oleh Ganara</title>
		<link>http://jpriatna.wordpress.com/2009/02/04/hujan-oh-hujan/#comment-10</link>
		<dc:creator>Ganara</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 04:38:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jpriatna.wordpress.com/?p=84#comment-10</guid>
		<description>kejadian apapun pasti ada hikmahnya, bagi siapapun termasuk bagi orang yang mengalami musibah itu sendiri, ini merupakan tugas manusia untuk membangun kearah yang lebih baik, kenapa kelihatannya saat ini tempat itu tidak ada yang aman, musim hujan sedikit dataran rendah kebanjiran, dataran tinggi longsor, kemarau sebentar kekeringan, hutan kebakaan, naik pesawat jatuh, naik kapal laut tenggelam, dll, yang jelas ini kesalah manusia itu sendiri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kejadian apapun pasti ada hikmahnya, bagi siapapun termasuk bagi orang yang mengalami musibah itu sendiri, ini merupakan tugas manusia untuk membangun kearah yang lebih baik, kenapa kelihatannya saat ini tempat itu tidak ada yang aman, musim hujan sedikit dataran rendah kebanjiran, dataran tinggi longsor, kemarau sebentar kekeringan, hutan kebakaan, naik pesawat jatuh, naik kapal laut tenggelam, dll, yang jelas ini kesalah manusia itu sendiri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di HEPI BET DEY TU YU oleh Japri</title>
		<link>http://jpriatna.wordpress.com/2008/11/24/hepi-bet-dey-tu-yu/#comment-8</link>
		<dc:creator>Japri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 04:40:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jpriatna.wordpress.com/?p=28#comment-8</guid>
		<description>Satuju banget Gan, terusin dong !!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Satuju banget Gan, terusin dong !!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di HEPI BET DEY TU YU oleh ganara</title>
		<link>http://jpriatna.wordpress.com/2008/11/24/hepi-bet-dey-tu-yu/#comment-7</link>
		<dc:creator>ganara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 01:39:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jpriatna.wordpress.com/?p=28#comment-7</guid>
		<description>mungkin ulang tahun itu suatu cara untuk bersyukur kepada Allah, meskipun sebetulnya cara bersyukur yang baik menurut saya adalah mempergunakan umur kita dengan sebaik baiknya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin ulang tahun itu suatu cara untuk bersyukur kepada Allah, meskipun sebetulnya cara bersyukur yang baik menurut saya adalah mempergunakan umur kita dengan sebaik baiknya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di AKU MENCIUM BAU SYURGA DI BUKIT UHUD oleh ganara</title>
		<link>http://jpriatna.wordpress.com/2008/05/27/aku-mencium-bau-syurga-di-bukit-uhud/#comment-6</link>
		<dc:creator>ganara</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 05:32:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jpriatna.wordpress.com/?p=24#comment-6</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum bang japri

Saidina Hamzah sudah benar benar mencium baunya surga, apakah mungkin sama baunya  dengan bau mulutnya orang yang sedang berpuasa, tapi masa surga baunya seperti itu ya,.... heheheh

hanya Allah yang mengetahui</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum bang japri</p>
<p>Saidina Hamzah sudah benar benar mencium baunya surga, apakah mungkin sama baunya  dengan bau mulutnya orang yang sedang berpuasa, tapi masa surga baunya seperti itu ya,&#8230;. heheheh</p>
<p>hanya Allah yang mengetahui</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
