The Frozen

Januari 19, 2009

Ingat teori titik api? Dimana kita akan semakin hangat bahkan merasakan panas ketika kita dekat dan sangat dekat dengan pusat api, sebaliknya kita akan merasa dingin, kedinginan bahkan membeku ketika kita menjauh dari pusat api. Bumi yang kita huni, bergeser sedikit saja menjauh dari matahari maka bumi itupun akan hancur karena beku, begitupun bergeser sedikit saja mendekat kepada matahari, maka bumi akan hancur karena terbakar. Subhanalloh demikianlah Alloh menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan ukuran. Bumi berputar pada porosnya, matahari serta planet-planet yang ada di jagat raya ini berjalan dengan ukuran dan ketentuannya.
Hangus terbakar atau membeku, dua hal – keadaan akibat sebuah pergeseran. Sebagaimana disinggung di atas bahwa sangat-sangat diperlukan konsisten pada satu ukuran dan ketetapan, supaya terpeliharanya keharmonisan hidup dan kehidupan ini. Konsisten pada satu ukuran artinya ketika kita menyadari kadar panas yang cukup untuk diri kita pada satu posisi, maka janganlah kita mencoba untuk bergeser menjauh dari posisi tersebut. Atau ketika kita merasakan kehangatan sumber api itu berkurang dan mulai terasa dingin, maka kita segera sadar bahwa kita telah bergeser dari paosisi dimana kita tegak berdiri, menjauh dari sumber kehangatan.
Ketentuan/ketetapan itu adalah kadar yang akan terima ketika kita telah menentukan jarak antaera kita dengan sumber kehangatan tersebut. Panas bergelora, hangat dan adem, dingin menggigil bahkan membeku. Barangkali itu ketentuannya menurut uraian di atas.
The frozen yang saya jadikan judul oret-oretan ini adalah satu penelaahan saya ketika saya kembali mereorientasi perjalanhidup saya yang hampir menjelang setengah abad. Sungguh pelajaran yang berarti bagi saya, dan saya ingin berbagi dengan semua. Bahwa ketika tiang pancang pemberangkatan telah tertancap dan di depan membantang garis menuju tujuan hidup dan kehidupan yang telah ditetapkan. Maka jarak diri dan sumber energi (titik api kehangatan, iman) adalah sangat sangat menentukan. Bagaimana saya bisa berjalan dalam kegelapan tanpa cahaya, bagaimana saya bisa berjalan pada teriknya matahari tanpa sebuah naungan dan bagaimana saya bisa berjalan di kedinginan yang sangat tapa sebuah penghangat?. Semua itu akan bisa dilalui ketika kita tetap menjaga jarak kita dengan yang mempunyai cahaya, mpunya naungan dan empunya kehangatan. Kalo bisa pertahankan jarak kita jangan sampai bergeser menjauh dan juga jangan menggeser melampui titik itu sebab kita akan terbakar. Wilayah kedirian kita hanya sampai batas kehangatan dan panas yang tidak membakar diri kita.
Tuntunan alquran mengenai hal ini: ” Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (Qs. Aj Jumar: 67)
Pengagungan yang sebenarnya (haqqo qodrihi), adalah kita berlaku sesuai dengan qodar Alloh SWT. Al-qodr berarti kemulyaan (lailatul qodr = malam kemulyaan). Pengagungan atau memulyakan Alloh SWT adalah wujud syukur kepadanya dalam implikasi memelihara tegak teguhnya ketetapan-ketetapan Nya. Denagan kata lain seseorang mencapai derajat mulya (akrom) ketika dia memulyakan/mengagungkan Robbnya dengan berusaha meneegakkan aturan dalam hidupnya.
Jadi frozen (Kebekuan dalam diri akibat memudarnya keyakinan diri pada Qodlo dan qodr Alloh) tidak akan terjadi ketika kita tetap “on the track” memelihara qodar dari Alloh SWT.
Demikian sahabat ‘the frozen’ edisi hari ini, wallohu ‘alam

Iklan

Jpriatna’s Weblog › Perkakas — WordPress

Januari 19, 2009

Ada pelajaran tentang hidup (Ibroh), dengan cara membaca diri, situasi dan kondisi lingkungan(iqro) sebagai pendidikan yang langsung maupun tidak diajarkan Sang Maha Mendidik – Murobbi dalam (Tarbiyah) Nya.


Titik TOLAK

Januari 19, 2009

polos

Seberapa pentingkah penentuan titik tolak pemberangkatan dan arah tujuan hidup dan kehidupan ini? Pernahkah kita berpikir tentangnya dan menjadikannya suatu keniscayaan? Ataukah kita masih menganggap hal itu sesuatu yang biasa-biasa saja bahkan kita menganggap dan bersikap tidak serius alias main-main.. Padahal telah jelas dalam tuntutan al-quran Alloh SWT menciptakan manusia tidak main-main melainkan dengan satu tujuan yang jelas. Barangkali menjadi jelas bahwa setiap kehidupan mempunyai awal dan akhir, ujung dan pangkal pemberangkatan dan tujuan. Hal inilah yang mesti kita sadari sebab hidup tanpa awal pemberangkatan yang jelas dan tujuan akhir yang jelas pula adalah angan-angan, <!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
maka penentuan titik pemberangkatan dan arah tujuan merupakan sesuatu yang fundamental dan substansial.



Pola Hidup

Januari 16, 2009

ada beberapa pola yang sangat mempengaruhi hidup kita, perhatikan
pola makan
pola bekerja
pola istirahat
jangan lupa pola berfikir, ini biasanya juga sangat menentukan ketika kita berfikir untuk bertindak supaya tidak ada kata penyesalan di kemudian hari jadi terplaning kitu Kang Ganara.


Jangan biarkan membeku (frozen)

Januari 16, 2009

Jangan biarkan air kehidupan berhenti mengalir…… beku, tapi biarkanlah ia mengalir menelusuri bukit-bukit terjal, ngarai nan curam, bongkahan-bongkahan batu, dataran, sawah ladang, sampai akhir muara dan berkumpul dilaut samudra raya.

Pada daerah aliran (DAS) tertentu air berputar membentuk lubuk-lubuk, tempat riuh rendah berbagai makhluq air berkumpul membentuk satu komunitas.

Terkadang dibukit nantinggi air mengalir lembam tertiup angin, dan setelahnya terbentuk sebuah pemandangan menakjubkan air terjun meluncur agung berhias pelangi.

Kebekuan mungkin terjadi ketika air dihempas udara dingin sebelum sampai di dasar jatuhannya.

Di goa-goa muncul jelmaannya stalaktit, stalagnit bak ice cream alami beraromi beku dan lezat tumbuh alami

Kebekuan itu perlahan mencair, dan air kembali melanjutkan perjalanan abadi, melintasi, menembus dan berkelok-kelok di permukaan bumi.

Subhanalloh begitu indahnya, begitu syahdunya .. jadi rindu.