Jpriatna’s Weblog › Perkakas — WordPress

Januari 19, 2009

Ada pelajaran tentang hidup (Ibroh), dengan cara membaca diri, situasi dan kondisi lingkungan(iqro) sebagai pendidikan yang langsung maupun tidak diajarkan Sang Maha Mendidik – Murobbi dalam (Tarbiyah) Nya.

Iklan

Manusia dan Amanah

Juni 3, 2008

 Menyambung perihal identitas; status diri dan kedirian manusia

Status kemakhluqan manusia (insan) yang diistimewakan Alloh SWT adalah sesuatu yang sangat unik dan menarik tapi sedikit terabaikan dari perhatian kita. Padahal sangat beralasan Alloh menciptakan manusia dengan segenap keunikannya. Manusia diciptakan dengan suatu tujuan memakmurkan bumi sebagai wujud peribadahan kepada Nya.  Sebagaimana sebuah inti pada sesuatu, keberadaannya adalah wajib sebab tanpanya akan menjadi bias sesuatu itu. Ketika manusia tidak Alloh ciptakan kira-kira untuk apa dunia diciptakan? Manusia adalah inti dari penciptaan alam raya ini, manusia adalah sentral yang dengannya makhluk lain tercipta.

Bahkan Alloh SWT hanya mempercayakan ‘amanat’ pengurusan bumi ini kepada manusia, yang sebelumnya sempat ditawarkan kepada gunung, bumi dan langit semua enggan menerima amanat Nya. Maka dipikulah amanat itu oleh manusia, jadi manusia adalah punya lakon dalam drama kehidupan ini.Dengan latar belakang itulah manusia seantero jagat ini WAJIB mengetahui, menyakini dan memahami arti status kemakhluqan manusia. Sebab mengetahui, meyakini serta memahaminya adalah modal dasar  untuk meningkatkan eksistensi diri kita lebih baik dan lebih bernilai dihadapan Alloh SWT.

Inherintas manusia dengan amanah sudah tidak bisa dibantah dengan alasan apapun. Sebagaimana disinggung diatas, bahwa manusia diciptakan Alloh SWT dengan kesangupan memikul amanah.  Konsekwensi logisnya bahwa peningkatan status manusia sangatlah bergantung kepada penunaian amanah tersebut. Atawa boleh dikatakan, sejauh mana ia bisa melaksanakan amanahnya sejauh itulah status dan kapasitasnya bisa terukur. Meningkat dari status sebelumnya atau malah sebaliknya terjungkal dibawah standar.

Kalau sebelumnya telah penulis kemukakan bahwa status manusia pada awalnya adalah sama dengan ciptaan Alloh yang lain yaitu sebagai makhluq. Yang dalam statusnya tidak mempunyai pilihan dan disadari atau tidak ia bergantung pada yang Mpunya. Dari bentuk ukuran dan kumulyaannya sudah tidak bisa ditawar lagi karena begitu kadar ciptaannya. Nah, senada dengan hal itu manusia yang dipikulkan amanah kepadanya mempunyai kemestian-kemstian yang lebih dari pada seorang yang berstatus makhluq. Kemestian-kemestian itu tiada lain adalah totalitas penerimaan atas kadar penciptaan dirinya. Kemudian menggunakan kelebihan-kelebihan yang dikaruniakan Alloh kepadanya sebagaimana mestinya,  sesuai kehendak pencipta. Serta berupaya merapat kepada yang telah mengkadarkan ia seperti itu adanya, dan berusaha melebur antara ia dengan sang penciptanya. Maka sudah barang tentu konsekwensi inipun akan menaikan statusnya sebagai makhluq kepada derajat hamba (budak, abdi) Alloh SWT.

Saya ingatkan kembali bahwa tidak serta merta dengan kesempurnaan penciptaan manusia lantas ia menjadi seorang yang baik tanpa melalui proses pengetahuan dan pemahaman atas status diri. Maka amalan dari pengetahuan, pemahaman serta keyakinan itu akan berlangsung scara kontinyu hingga berkhirnya usia. Sehingga datangnya maut / kematian yang haq dan tidak bisa diragukan kejadiannya.

Manusia dan amanah, hidup dan mati, ilmu dan amal semua menandakan bahwa dalam penciptaan manusia yang melekat padanya tugas dan tanggungjawab untuk menunaikan amanah adalah perjalanan yang harus ditempuh sebagai suatu proses pencapaian memanusiakan manusia dengan status makhluq menjadi abid .. abdi alloh SWT.

Cag.

 


Indonesia dan tradisi gosip

Mei 17, 2008

Gosip, merupakan salahsatu tradisi tertua dalam sejarah manusia. Turun temurun dan diwariskan kesetiap setiap generasi. Entah bagaimana jadinya manusia tanpa gosip, sendiri dan sunyi …kalie? Ah .. kesendirian adalah penjara bagi manusia normal dan ingin berkembang pada suatu masyarakat, komunitas tertentu.

Gosip, bagi sebagian orang merupakan kebutuhan. Sebagai makhluk sosial tak bisa dipungkiri bahwa manusia selalu memenuhi hasratnya dengan berinteraksi sesamanya. Berkumpul , ngobrol serta bertukar pikiran adalah juga kecenderungan yang harus tersalurkan. Dari interaksi inilah timbul suatu kebiasaan ngerumpi alias ngegosip juga lebih jauhnya menjadi tradisi gosip yang sangat susah dilerai karena keasyikanya. Maka bagi ‘kaum’ yang suka ngegosip tiada hari tanpa gosip tiada waktu berlalu tanpa gosip (semakin digosok semakin siiiip, … hehe).

Dan anehnya penggosip selalu punya ide untuk episode-episode dalam kesehariannya (kreatif banget ya). Habis topik yang satu maka akan timbul topik Hidayat …. eh … sorry topik yang lain.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi gosip pun menjadi tren berbagai lapisan masyarakat. Satu hal yang menjadi  acara yang ‘wajib’ bagi setiap stasion TV yang ada di tanah air kita ini. Kalau gosip jaman dahulu adalah di serambi atau do ‘golodog’ (sunda), maka sekarang sudah lebih meluas lagi. Bisa dikamar, ditengah rumah, di dapur bahkan di WC sekalipun gosip bisa dilaksanakan melalui acara televisi itu.

Seorang Host, presenter harus punya ‘modal / bakat’ gosip dalam membawakan acara yang ditayangkan. Karena tanpa itu kayaknya kurang afdol tuhh.

Gosip telah menjadi konsumsi seluruh insan di Indonesia. Tak terkecuali anak-anak di bawah umur atau manula sekalipun, mereka menjadi penikmat acara gosip. Jadi …. gosip memang telah menjadi budaya dan melembaga bahkan “sudah tradiiisi”, ya …. gosip telah menjadi tradisi masyarakat Indonesia pada umumnya. 

 Ada anekdot tentang Indosesia dan gosip ini. Bahwa orang Indonesia terkenal sebagai penggosip alias tukang gosip. Suatu ketika berlayarlah orang Indonesia bersama sama orang Francis dan Jepang menuju suatu tujuan nun jauh disana. Malang pun tak bisa di halang kapal yang mereka tumpangi terdampar disatu pulau karena badai yang menyeretnya ke pulau tak bertuan itu, entah pulau apa namanya.

Singkat cerita mereka telah berlalu belasan tahun dipulau itu. Bukan tak ada usaha untuk keluar pulau itu, namun nasib mereka rupanya kurang beruntung. Hingga pada suatu hari mereka bertemu dengan seorang Jin dan menjanjikan akan mengabulkan 3 permohonan untuk 3 orang tersebut.

pertama orang jepang yang ditanya. “Wahai Nipon apa yang kau inginkan?” Si Jepang menjawab, “aku rindu kerja wahai Jin, maka kembalikan aku ke Jepang untuk bekerja.” Sim slabim, si Jepang pun diatarkan ke negaranya.

Lantas Si orang Ferancis, “Kalau aku sudah sangat rindu restauran, aku ingin sekali menikmati hidangan lezat disana”, maka dia pun dikembalikan ke Francis.

Giliran orang kita neeh…. orang Indonesia. Si Jin bertanya, “Wahai orang Andonesa …, Apa yang kamu inginkan ..?” Si Andonesa neeh … celingukan sambil garuk kepala. ” Aku … aku ingin kembalikan mereka berdua kemari ..!! ???

Inilah orang kita saking dah ketagihan ngegosip sama Si Francis dan orang Nipon, permintaannya pun ingin mereka bersama-sama di pulau itu.

Mungkin dah keahliannya kalie … syapa tahu ada hikmahnya dalam hal itu, .. he..he.

NGEGOSIP DALAM PANDANGAN ISLAM

gosip = ghibah, sebab dalam ghosip ada ghibah dan dalam ghibah tentu ada ghosip. Terlepas dari hal mana yang digosipiin, artinya baik atau buruk. Sekali ghibah ya ghibah …. dan dosa menurut sebagian ulama. Apalagi gosip yang mengandung profokasi (namimmah) dst. Lengkaplah gosip jadi sarang kejelekan. Biang gosip akan senang dan tertawa terbahak-bahak ketika kita terjebak pad aperngkapnya yang berupa ghibah ini.

Kalaulah ghosip itu berujud dan dapat digenggam kemudian dilempar ke lautan , maka lautan itu akan menjadi hitam, demikia Rosululloh dalam suatu hadisnya. Gosip memang suatu hal yang sangat dibenci Rosul juga Alloh SWT. Jangankan merendahkan orang atau membicarakan aib orang, membicarakan hal kebaikan orang pun termasuk ghibah…. waaww dahsyatnya.

Naah…gimana neeh para sohib? sedangkan kita terutama kaum hawa neeh suka banget tuh ngegosip. Entah di kantor, dirumah atawa dimana saja gosip dah jadi tradisi. Setelah tahu bahwa gosip ini sesuatu hal tercela … kurangi dulu deeh, atawa kata yang tepat STOP GOSIP. Karena dengan gosip bukan lebih nambah ilmu, yang jelah lebih banyak kejelekan tersebar. Bukan satu orang yang kena imbas dosa melainkan banyak orang, ya sekitaran orang-orang yang ngegosip itu lah..

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (Qs. Luqman: 21)

Atawa coba deh dibuka QS. Al Hujurot: 12

cag


Pengabdian 1/2 hati

Mei 15, 2008

Puji syukur kepada Mu yaa Alloh, pagi ini Engkau izinkan kami kembali beraktivitas menjalankan tugas-tugas horizontal sebgai hubungan sesama manusia setelah lima pos kami lalui dan senantiasa akan kami jalankan dengan seizin MU. Tadi pagi pos pertama telah kami lalui, walau selalu kurang tawadlu tapi tetap kami usahakan untuk bersimpuh dan merendah di hadapan Mu. Walau dengan 1/2 kehadiran hati kami karena terlalu banyak keduaniaan yang kami terus pikirkan sehingga hati dan pikir kami tak konsentrasi sekalipun kami sedang menghadap Mu. Namun 1/2 dari hati kami tetap kami usahakan untuk Mu, … ampun yaa Alloh sebab kami belum bisa total menghadap Mu dalam kehidupan ini bahkan ketika sedang menghadap Mu pada setiap pos pemberhentian yang telah Engkau dan Rosulmu tetapkan. Pos Pagi, pos siang, pos sore, pos menjelang malam serta pos malam-malam Mu kami lalui dan laksanakan semuanya dengan 1/2 hati. Mungkin pengabdian kami baru 1/2 hati.

Para penjaga pos-pos Mu akan murka kepada kami karena 1/2 pengabdian kami. Padahal titah dan perintahmu menghendaki totalitas dalam  pengabdian. Karena agama Mu (Islam) adalah totalitas ketundukpatuhan (taslim) seorang makhluq kepada Mu (Kholik) dengan segenap kemampuan yang dimiliki. Sehingga atas nama ketunduk patuhan itu (muslim) akan mampu menyampaikan dirinya kepada derajat kesalamatan (saliman, islaman) dari Yang Maha Memberikan Selamat. Karena, kami yakin bahwa:

Engkau adalah yang memberi selamat

dan dari Engkau keselamatan

dan kepada Engkau kami memohon keselamatan

maka hidupkanlah kami dalam kedamaian dan keselamatan

dan masukan kami kedalam surga keselamatan

Maha Suci Engkau,

Engkau Maha Gagah serta Maha Mulia


Lanjutan …. dari tulisan PT Untung Terus

Mei 13, 2008

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Pada tulisan tempo hari saya kemukakan bisnis atawa perniagaan yang tidak akan merugi berlaba tinggi dan tentu abadi. Hanya saja orang-orang kurang berminat kepada perniagaan ini, kecuali orang yang sangat-sangat menyadari serta berminat tinggi yang dapat bergabung di bisnis ini. Mereka adalah orang-orang yang terpilih dan dipilih melalui seleksi yang ketat dari seantero jagat raya ini (musthofainal ahyar … maaf kalo salah tulis).

Karena pada dasarnya manusia mempunyai potensi yang sama, semenjak ia dilahirkan bahkan sebelum ia dilahirkan Alloh SWT telah memberikan potensi tersebut sebagai modal dasar hidup dan ibadah kepada Nya. Potensi tersebut (dibaca fitrah) berupa kecenderungan-kecenderungan kepada  hal  mendasar sebagai inti diri serta sifat-sifat manusia sebagai perwujudan dari sifat-sifat Alloh SWT. Diantara sifat Alloh adalah ar-rohmaan yang artinya maha pengasih, maka manusia diciptakan Alloh dengan bahan dasar – karakter menyayangi sesamanya. Inilah sebuah potensi pada diri manusia. boleh jadi setelah ia tumbuh berkembang melalui tahapan-tahapan usia ia akan menjadi seorang yang sangat penyayang atau  sebaliknya. Sebab potensi ‘membenci’ pun fitrah yang diwariskan sang pencipta. Artinya potensi baik dan buruk semua manusia mewarisinya, hanya bagian mana yang berkembang, bergantung manusia itu sendiri yang menjalaninya.  

Yang dimaksud dengan bergantung kepada manusianya itu sendiri tentu dengan faktor-faktor yang mepengaruhinya. Pertama, ia bergantung kepada faktor orang tuanya. Peranan orang tua sangat-sangat menentukan, sebab orang tua yang mempunyai sebuah visi kehidupan akan secara otomatis menerapkan visi tersebut kepada anak-anaknya. Dan visi inilah yang menjadi kerangka perkembangan si anak. Orang tua ingin menjadikan anaknya seorang yahudi misalnya, maka jadilah ia seorang yahudi. Atawa orang tua ingi menjadikan anaknya seoran Nashrani, maka jadilah ia seorang Nashrani. Bahkan ketika orang tua ingin menjadikan anaknya seorang penyembah api (Majusi), majusilah anaknya kelak.

Kedua, perkembangan fitroh manusia juga akan ditentukan oleh lingkungan dimana ia tinggal. Lingkungan ‘hitam’ sedikit banyaknya akan mewarnai seseorang menjadi hitam, paling tidak abu kalau warna dasar seseorang itu adalah ‘putih’. Lingkungan santri akan mewarnai seseorang menjadi santri juga, atau paling tidak ia tau tentang kesantiran, pesantren termasik di dalamnya. Begaitulah lingkungan mewarnai atau ikut menentukan perkembangan fitrah manusia. Seorang pencuri tidak akan terlahir dari lingkungan orang-orang yang suka memberi tetapi ia akan dilahirkan serta dibesarkan dilingkungan pencuri pula. 

Selanjutnya hal yang juga berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan fitrah seseorang adalah lingkungannya. Gak jauh beda sebenarnya dari lengkungan, namun pergaulan ini lebih mengarah pada perkembangan pola pikir seseorang. Opini,  isme, way of life  akan terlahir dari sini yang selanjutnya diimplementasikan kepada tindak tanduk keseharian. Dan itulah jati diri seseorang sebagai hasil dari perkembangan fitrohnya. Fitroh yang melalui dukungan orang tua, lingkungan serta pergaulan yang merupakan habitatnya.

 Inilah orang-orang yang terpilih dan dipilih sebagai calon pebisnis-pebisnis handal di bisnis PT Untung Terus. Mereka adalah orang-orang yang terlebih dahulu  mengembangkan dirinya agar menjadi pribadi yang teguh pendirian, tangguh atas berbagai cobaan dan mampu merealisaikan dari pendiriannya untuk meraih kesuksesan abadi.

cag.


Anda Mau?

Mei 12, 2008

Berniaga di PT Untung Terus

Tuhan saya mengajarkan melalui kitabNya sebuah perniagaan. Perniagaan itu tidak akan merugi dan akan sangat menguntungkan. Bayangkan sangat-sangat menguntungkan … tidak akan rugi, Anda mau? Smith dengan motif ekonominya, modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan laba/ keuntungan yang sebesar-besarnya. Masih memakai modal kan, dan jaman kiwari nyaris tak ada perusahaan yang dengan modal kecil dapat menghasilkan keuntungan yang buanyak. Nah di PT Untung Terus neeh nyaris tanpa modal secara materi. Hanya membutuhkan franchise dengan perusahaan PT. Untung Terusnya Rosululloh Saw. Bagaimana tidak,  modalnya cuma Keimanan kepada Alloh dan Rosul Nya serta Jihad di jalannya dengan yang kita punya. Gimana masih mau?

Saya lanjutkan, kalau Anda mau sama saya juga mau. Tapi sayangnya banyak yang secara laku mengisyaratkan enggan alias tidak mau bergabung dengan perusahaan ini, … heran. Tapi setelah saya pikir-pikir memang bisnis ini bisa murah dan bisa juga jadi sesuatu bisnis yang sangat mahal sekali. Mmm … pantas banyak yang tidak tertarik.

Bagaimana anda masih tertarik? Saya lanjutkan kembali. Diaktakan bisnis murah, karena nyaris tidak ada modal bagi orang-orang yang sadar dan berkeinginan besar mendapatkan laba berupa surga Alloh Ta’ala. Ia memandang bahwa modalnya adalah keyakinan yang kokoh biar jadi pengusaha stronger. Sehingga dengan modal keyakinan itulah ia menjadi pengusaha yang sukses dengan segudang ketenangan dalam dirinya, tidak ada lagi syak dan skeptis dalam dirinya,  benar-benar menjadi pengusaha untung terus deng terus untung sepanjang hayat. Bahkan modalnya semakin bertambah ketika ia berhasil mensponsori saudara-saudaranya mendukung perusahaan ini.

Tapi ada kalanya perusahaan ini menjadi sangat mahal, bermodal besar bahkan seorang yang telah menjadi mitra bisnisnya Bil Gate saja tidak bisa membelinya atau ber franchise dengan perusahaan PT Untung Terus ini. Seorang konglomerat belum tentu bisa berbisnis di PT ini. Mengapa? Karena semua uang, kekayaannya tidaklah cukup untuk membeli saham PT Untung Terus. Demikian dahsyat perusahaan ini, terlalu bodohlah orang yang enggan bergabung di bisnis ini.

Tentu saja menjadi sangat mahal karena tak ada suku cadang keimanan/keyakinan dijual di pasar bebas. Bahkan mereka yang telah memilikinya lebih dulu tidak serta-merta mewariskannya kepada generasi mendatang. Chip iman dan jihad ini semata dicipta dan ditransfer oleh yang Empunya perusahaan PT Untung Terus kepada calon yang terpilih melalui seleksi beribu, berjuta bahkan bermiliar orang untuk memilikinya. Waah mahal kali ya!!

Insyaalloh disambung besok aja yaa…

 


Iqro

Mei 9, 2008

Kata yang satu ini memang “sakti” dan dalam artinya. Banyak orang yang sukses berkat kata ini. Banyak orang makin pintar dengan kata ini, dan banyak pula orang yang jadi bingung putus asa akibat kata ini. Apakah gerangan rahasia kata ini sehingga begitu luar biasa?

Rahasianya tiada lain adalah:

  1. Bahwa iqro  merupakan perintah pertama dan utama dari yang maha kuasa kepada Nabi Muhammad Saw dan kepada seluruh manusia. Ya, … goa Hiro meninggalkan seonggok kisah, sebersit tarikh serta segudang rahasia, ketika seorang hamba manusia pilihan Alloh bertahanuts (berdiam diri menjauhkan diri dari lingkungannya serta berkontemplasi atas keadaan yang menyangkut diri dan kediriannya). Hal ini dilakukan sebagai akumulasi dari ketidakberdayaan fikir seorang Muhammad atas apa yang tengah terjadi di masyarakat Arab pada waktu itu. Krisis yang memuncak di berbagai ranah kehidupan. Perjudian, permabokan, pelacuran serta khurofat dan faganisme ( keberhalaan) sangat-sangat kental bahkan menjadi wajah  peradaban Arab sehingga disebut Jahailiyah (Arab yang terbelakang dan jauh dari hidayah Alloh SWT). Lalu apa yang nyambung dengan kita hari ini?? Iqranya Muhammad dengan iqro kita kiwari? Tentu akan sangat-sangat berbeda baik dari letak geografis maupun demografisnya. Namun ada hal yang bisa sama bahkan bisa disebut sebuah Reflika dari keadaan dahulu (Arab Jahiliyah) dengan keadaan kita kiwari ketika; kebejadan moral yang terjadi hari ini mirif, sama bahkan lebih bokbrok dari jaman yang telah silam itu. Barangkali itulah yang jadi nyambungnya. Inilah saatnya ketika malaikat Jibril kembali mengumandangkan wahyu pertama Nya: Iqro…. Iqro…… Iqro bismirobbikal ladzi kholaq (Bacalah dengan asma Robbmu yang telah menciptakan !!!).
  2. Bahwa iqro adalah satu kata yang bisa mengubah keadaan satu kepada lain keadaan sebagai spirit perubahan. Apanya yang bisa dirubah dengan iqro? Semua hal dapat berubah dengan peristiwa iqro. Setelah Muhammad bin Abdullah mendapat peristiwa itu, maka secara langsung dirinya diproklamirkan sebagai seorang Nabi dan Rosul Alloh SWT. Berarti ada yang berubah pada dirinya yaitu status. Status orang biasa berubah menjadi orang yang luar biasa karena menjadi utusan Sang Maha Raja Alloh Aza Wajala. Setelah itu banyak perubahan yang terjadi bahkan kota/negara Makah pun berubah dari Makah yang Jahil kepada Makah Almukaromah (Kota Makah yang dimulyakan Alloh SWT). 
  3. Iqro berarti hijrah. Berapa banyak orang yang berpindah haluan dengan isme yang ia baca, yang bisa menggerakkan hatinya untuk meyakininya. Dan keinginan itupun terus mengakar pada jiwanya ketika iqro – iqro -iqro dan terus iqro. Sebagai kelanjutan pengangkatan Muhammad menjadi seorang Nabi dan Rasul maka peristiwa yang juga sangat mencengangkan masyarakat pada waktu itu adalah asanya hijrah dari Makah ke Madinah sebgai implikasi logis dari isme / kepahaman para pengikut Rosululloh dengan ajarannya (al Islam). Maka dengan berbekal keyakinan itu terjadilah perpindahan / hijrah yang selanjutnya merupakan tonggak perjuangan yang merupakan rujukkan bagi setiap muslim yang ingin mengikuti jejak langkahnya baik secara makani serta maknawi (Hijarh makani sesungguhnya telah dijelaskan oleh Rosululloh bahwa tiada hijrah ba’da penaklukan kota Makah. Namun secara ma’nawi bahwa hijrah adalah sesuatu yang akan berlanjut terus selama hijrah itu bertujuan ilallohi warosulihi – kepada alloh dan Rosul Nya)
  4. bersambung aja ah ……